Salah satu dari sekian banyak perbedaan
paling menyolok antara Islam dan Kristen yaitu dalam memandang siapa Yesus itu
sendiri.
Menurut umat
Kristiani, Yesus itu adalah Tuhan, bahkan Allah itu sendiri yg menjelma jadi
manusia.
Sementara bagi kita umat Islam, Yesus itu tidak lebih hanyalah seorang
utusan/hamba Allah, seorang Nabi/Rasul Allah.
Umat Kristiani begitu yakin bahwa Yesus itu 100% Tuhan.
Menurut mereka, siapa yang tidak percaya Yesus adalah Tuhan, mereka tidak akan
diselamatkan. Ayat Alkitab tsb berbunyi sbb :
“Sebab jika kamu
mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus
adalah Tuhan, dan percaya dalam
hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Ro 10:9)
Makna ayat tsb yaitu kalau mau selamat maka harus percaya
dulu Yesus sbg Tuhan. Atau dgn kata lain, kalau
kita mau selamat harus menjadi pengikut Yesus alias masuk Kristen.
Umat Islam tidak ada yg percaya bahwa Yesus itu Tuhan, dengan demikian berarti kita umat Islam tidak mungkin akan mendapatkan
keselamatan.
Oleh sebab itu mereka berusaha dgn berbagai cara
bagaimana meyakinkan kita umat Islam bahwa Yesus itu Tuhan & Juruselamat
umat manusia, agar kita juga memperoleh keselamatan seperti mereka. Maka untuk itulah mereka perlu mengadakan
apa yang disebut “kristenisasi”
Menurut umat Islam, justru kalau kita percaya Yesus itu
Tuhan, maka disitulah kita tidak mungkin akan mendapatkan keselamatan. Kenapa? Sebab kalau kita percaya Yesus itu Tuhan, berarti kita telah membuat
tuhan-tuhan lain selain Allah, atau melakukan dosa syirik yaitu satu-satunya
dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah.
Sesungguhnya Allah tidak
akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari
(syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa
yang besar. (Qs 4 : 48)
Justru menurut Al-Qur`an umat Kristiani termasuk yang tidak
selamat, kenapa? Karena mereka telah membuat dosa syirik, yaitu mempersekutukan
Allah yaitu menjadikan tuhan-tuhan lain selain Allah.
Oleh sebab itu Allah perintahkan kepada kita untuk
mendakwahkan mereka agar kembali kepada kalimat Tauhid Laa ilaaha ilalaahu, agar mereka selamat kembali ke jalan yg benar
(masuk Islam)
Qs 3 Aali Imraan 20
Kemudian jika mereka
mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan
diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." Dan
katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang
yang ummi[190]: "Apakah kamu (mau) masuk Islam."
Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika
mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah).
Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
Qs 3 Aali Imraan 64
Katakanlah: "Hai Ahli
Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada
perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan
tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita
menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka
berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah
orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."
Hadirin; kontroversi pandangan antara Islam & Kristen
thdp diri nabi Isa (Yesus), sptnya tdk akan berakhir sblm kiamat. Berbagai cara
dilakukan oleh mereka u/meyakinkan umat Islam bahwa Yesus adalah 100% Tuhan
Kitapun seharusnya
demikian, berusaha dgn berbagai cara bagaimana meyakinkan mereka bahwa Yesus
itu bukan Tuhan!
.
Contoh: Dalam Injil Matius 27:46/50 ketika Yesus disalibkan, sebelum dia
mati dan menyerahkan nyawanya, dia berseru dengan suara nyaring memanggil
Tuhannya sbb:
"Eli, Eli,
lama sabakhtani?" Artinya: Tuhan-Ku,
Tuhan-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Dan setelah berseru lagi dengan suara nyaring
kemudian dia menyerahkan nyawanya.
Dari ucapan Yesus itu sendiri dapat kita ambil sekitar 10
kesimpulan sbb:
1. Jika Yesus itu Tuhan, ketika dia
mati selama 3 hari 3 malam, siapa yang mengendalikan alam semesta ini?
2. Jika Yesus itu Tuhan, siapa yang
berani mencabut nyawa Tuhan?
3. Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana
lagi yang menerima nyawanya?
4. Setiap yang mati menyerahkan
nyawanya, pasti bukan Tuhan
5. Yesus mati menyerahkan nyawanya,
berarti Yesus bukan Tuhan.
6. Jika Yesus dipersiapkan oleh
Tuhan untuk mati dalam rangka untuk menebus dosa-dosa manusia, mestinya tidak perlu dia
berteriak-teriak memanggil Tuhannya, dia harus ikhlas.
7. Jika di dalam diri Yesus ada
Tuhan yang menyatu dengannya, tentu tidak perlu dia harus berteriak-teriak
memanggil-manggil Tuhannya. Ini membuktikan bahwa diri Yesus tidak menyatu
dengan Tuhan.
8. Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana
lagi yang dia panggil?
9. Setiap yang berseru memanggil
Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
10.
Yesus berseru memanggil Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
Demikianlah artikel ini saya baca dari suatu buku semoga bermanfaat bagi para pembaca dan untuk menambah wawasan kita ...amin ya rabbal alamien